MENDARAH DAGINGKAN INTEGRITAS DISELURUH LAPISAN MASYARAKAT

Posted by : rbsnewsc Juni 4, 2024

MENDARAH DAGINGKAN INTEGRITAS DISELURUH LAPISAN MASYARAKAT

Oleh_Sri Hastuti Lastyawati,  M.Pd

NOMOR PAK. 915.0.00448 2021      

(Paksi Surakarta Jawa Tengah)

 

Berpedoman pada komitmen pendidikan karakter dan budaya integritas, dengan penjelasan bahwa

Pendidikan Karakter dan budaya integritas itu merupakan langkah pencegahan yang utama  dalam membangun generasi berintegritas untuk memerangi korupsi dan koruptif yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kita sepakat untuk bergerak serentak membumikan pendidikan karakter  dan budaya integritas serta mewujudkan tata kelola pendidikan integritas yang bersih, baik dan bijak untuk mendukung tumbuh kembangnya integritas yang ideal di lingkungan Pendidikan dan lingkungan masyarakat umum.  Sebagai warga Negara yang baik kita merasa wajib untuk mengamalkan  komitmen tersebut, yaitu dengan cara mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat

Mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat, maksudnya bahwa budaya integritas itu jangan sampai hanya sebatas slogan saja, tetapi integritas itu benar-benar di masyarakatkan secara mendalam bisa masuk ke darah dan daging semua manusia di seluruh lapisan masyarakat, dan masyarakat benar-benar paham serta terasa bahwa masyarakat tersebut benar-benar telah  di integritaskan sehingga merasakan bahwa integritas itu telah merasuki jiwa dan raganya.

Nilai integritas itu ada 9, antara lain: jujur, tanggung jawab, disiplin, mandiri, kerja keras, sederhana, berani, peduli dan adil.

Integritas memegang peran penting bagi generasi muda dimanapun berada diseluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan moral bangsa dan menciptakan pemimpin yang BERINTEGRITAS atau anti korupsi dan anti koruptif.

Salah satu upaya kedepan untuk mencegah korupsi dan koruptif adalah menanamkan nilai-nilai integritas kepada generasi muda di seluruh lapisan masyarakat.

Sejak dini integritas harus sudah dikenalkan, baik dari keluarga, masyarakat dan lingkungan sekolah/kerja.

Ada 3 cara untuk berintegritas mencegah memberantas dan menurunkan tingkat korupsi antara lain:  

Mulai dari Diri Sendiri (Pantang terlibat tindak pidana korupsi, berlatih untuk berintegritas), dilanjutkan mengajak yang lain (pilih salah satu peran) dan melaporkan (Rahasia., Langsung, Bukti Permulaan Pendukung Laporan, Kemudahan, Terlindungi, Dihargai).

Bila seluruh anggota Masyarakat Indonesia berkomitmen siap mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat, pasti dampaknya luar biasa yang tidak bisa diremehkan karena korupsi bersifat luar biasa, maka harus kita hadapi secara luar biasa juga.

Mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat menjadi salah satu saka guru bangsa dan barisan terdepan untuk menciptakan bangsa Indonesia yang bebas korupsi dan koruptif. Apabila kita dengan  ikhlas mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat maka masyarakat akan semangat mengamalkan sembilan nilai integritas (nilai antikorupsi).

KPK membagi integritas ke dalam tiga komponen nilai-nilai.

  1. Nilai integritas inti, yaitu jujur, bertanggung jawab, dan disiplin.

Berintegritas jujur adalah lurus hati, tidak curang dan tidak berbohong. Sementara tanggung jawab memiliki arti siap menanggung akibat dari perbuatan yang dilakukan alias tidak buang badan. Adapun disiplin merupakan sikap taat terhadap peraturan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

  1. Nilai integritas etos kerja, yaitu mandiri, kerja keras, dan sederhana.

Mandiri artinya tidak bergantung pada orang lain. Kerja keras berarti gigih dan fokus dalam melakukan sesuatu, serta tidak asal-asalan. Sedangkan sederhana memiliki arti bersahaja dan tidak berlebih-lebihan.

  1. Nilai integritas sikap, yaitu berani, peduli, dan adil.

Di mana berani memiliki arti mantap hati dan percaya diri, tidak gentar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sejenisnya. Sementara peduli artinya mengindahkan, memperhatikan, atau menghiraukan orang lain. Adapun adil ialah berlaku sepatutnya dan tidak sewenang-wenang.

Sumber: revolusimental.go.id

Betapa sulitnya bagi seseorang untuk korupsi dan koruptif  jika masyarakat nya menentang keras atau melakukan kontrol terus-menerus dan berkelanjutan.

Jika masyarakat sudah bersikap tegas antikorupsi dan antikoruptif, kita yakin akan mampu mencegah seseorang melakukan korupsi dan koruptif. Sebab, jika sampai seseorang itu tetap nekat korupsi, yang bersangkutan dapat dilaporkan kepada aparat berwenang. Masyarakat yang sudah mantap bersikap antikorupsi dan antikoruptif juga akan menolak uang atau barang-barang berharga pemberian yang tidak jelas asal-usulnya. 

Pendidikan Integritas atau Pendidikan antikorupsi itu disampaikan kepada anak melalui pendidikan karakter, yakni dalam aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Dengan begitu “Sudah seharusnya pencegahan korupsi menjadi bagian dari upaya masyarakat dengan mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat. Sebab, dari sinilah muncul tunas-tunas dan pemimpin bangsa kita kelak,”

BANGSA KITA INI TIDAK KEKURANGAN ORANG PINTAR, TAPI KEKURANGAN ORANG JUJUR.

Tujuan dari materi mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat adalah bukan hanya perubahan sikap dan perilaku individu di dalam masyarakat itu sendiri, melainkan juga diharapkan dapat memunculkan tatanan sosial baru yang bebas korupsi dan koruptif di lingkungan masyarakat.

Pengertian Korupsi menurut UU no 31 1999 tentang Tindakan Pemberantasan Tindak Pidana korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korupsi yang berakibat merugikan negara atau perekonomian

negara.

Jadi Korupsi adalah perbuatan yang amat buruk, baik dalam kacamata agama maupun kacamata sosial masyarakat Indonesia, dan seluruh masyarakat di dunia. Korupsi sangat melemahkan sendi perekonomian masyarakat, apalagi dikala sedang ditimpa musibah atau bencana.

Korupsi dikatakan sebagai kejahatan luar biasa karena korupsi memiliki sifat luar biasa (extra ordinary) sehingga pemberantasannya juga harus menggunakan cara-cara yang luar biasa.

Sifat luar biasa (extra ordinary) dari korupsi:

  1. Bersifat lintas negara
  2. Terorganisasi/ oleh organisasi
  3. Kerugiannya besar dan meluas
  4. Target dan korbannya bisa siapa saja
  5. Berpotensi dilakukan oleh siapa saja

Sumber: aclc.kpk.go.id

Secara ringkas perbuatan-perbuatan tersebut dapat dikelompokkan menjadi:

  1.  Merugikan keuangan negara;
  2.  Suap menyuap (istilah lain: sogokan atau pelicin);
  3.  Penggelapan dalam jabatan;
  4.  Pemerasan;
  5.  Perbutan curang;
  6. Benturan kepentingan dalam pengadaan;
  7.  Gratifkasi (istilah lain: pemberian hadiah).

Pengkhianatan terhadap kepercayaan
(betrayal of trust)

  1. penghianatan merupakan bentuk korupsi paling sederhana
  2. Semua orang yang berkhianat atau mengkhianati kepercayaan atau amanat yang diterimanya adalah koruptor.
  3. Amanat dapat berupa apapun, baik materi maupun non materi (ex: pesan, aspirasi rakyat, tugas)
  4. Wakil rakyat yang tidak menyampaikan aspirasi rakyat/menggunakan aspirasi untuk kepentingan pribadi merupakan bentuk korupsi
  5. Pejabat yg tdk bekerja dengan baik, tdk berpihak pada publik adalah pengkhianat

Dampak Korupsi, antara lain :

  • In-efisiensi dalam penyelenggaraan negara
  • Kenaikan biaya administrasi
  • Mengurangi kuantitas dan kualitas hasil pembangungan
  • Pelayanan Publik menurun
  • Menurunkan martabat aparat birokrasi
  • Ketidakpercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
  • Ketimpangan dlm Pendapatan ( Kaya –Miskin)

Contoh KORUPTIF (perilaku menyimpang dari semua norma kehidupan sebagai bibit korupsi) di lingkungan kita antara lain:

Di lingkungan Keluarga

  1. Menjual perhiasan atau kendaraan tanpa ijin keluarga untuk hura-hura seperti beli rokok, sabu-sabu, narkoba, dugem, kencan, dll
  2. Tidak membantu pekerjaan keluarga / bapak ibu di rumah
  3. Pergi tidak kenal waktu tanpa minta pamit kepada keluarga / orang tua
  4. Orang tua bertindak dictator terhadap anak-anaknya
  5. Sengaja melakukan gratifikasi, pemerasan, suap-menyuap, uang pelicin
  6. Menyalahgunakan perkembangan teknologi, misal Hand Phone dipergunakan secara negatif
  7. Dan sebagainya

Di lingkungan Sekolah/Kampus/Kantor

  1. Uang SPP/uang praktek/UKT jika ada,  tidak dibayarkan, tapi untuk picnic, untuk hura-hura
  2. Menyalahgunakan uang kas bila ada
  3. Berangkat sekolah/Kampus/kantor sering terlambat
  4. Sering tidak mengikuti Upacara Bendera, bila ada
  5. Sengaja melakukan gratifikasi, pemerasan, suap-menyuap, uang pelicin baik terselubung maupun terbuka
  6. Dan sebagainya

Di lingkungan Masyarakat

  1. Membuang sampah, meludah sembarangan
  2. Bersikap, bertingkah laku dan bertutur kata tidak sopan
  3. Mencuri uang infak di tempat Ibadah
  4. Mencuri buah-buahan di tempat tetangga
  5. Sengaja melakukan gratifikasi, pemerasan, suap-menyuap, uang pelicin
  6. Dan sebagainya

Antikorupsi itu sebenarnya bukan istilah yang baru bagi bangsa kita, bahkan sejak jaman Kerajaan Majapahit sudah ada, tetapi dalam kenyataannya masih ada juga masyarakat kita yang belum paham secara benar apa itu antikorupsi.

Apabila kita bisa mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat dengan benar, kita bisa terhindar dari masalah korupsi yang tidak kita inginkan itu. Sehingga Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Sebagai Negara Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat Internasional untuk membangun dunia yang damai, adil, makmur dan bebas korupsi di tengah kemajemukan. 

Nuwun sewu poro sedherek sadoyo sak Nuswantoro ……, marilah kita melu handarbeni/merasa ikut memiliki , melu hangrungkebi/ikut menjaga/membela negara, mulat sariro hamgrosowani /berani mawas diri_(falsafah Sri Mangkunegoro 1) terhadap Negara kita dengan mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila dan mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat. Sehingga tujuan nasional kita terwujud.

Dalam hal ini kita wajib belajar dulu dari pengalaman yang buruk, baik dari dalam negeri maupun negara lain yang dihantui oleh  koruptor, radikalisme , konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Oleh karena itu , marilah kita berperan aktif khususnya para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik(Bapak Ibu Guru, Dosen),  pelaku seni dan budaya , pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri, Kepala Desa dan jajarannya serta bawahannya (Ketua RW, Ketua RT, Ketua PKK, dst), Camat, Bupati, Gubernur serta seluruh komponen nasyarakat untuk mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat. Pengimplementasian program mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat ini harus terus ditingkatkan pada Ceramah keagamaan dan juga di segala macam Ceramah. Diupayakan Negara mewajibkan materi pendidikan antikorupsi masuk di semua jenjang pendidikan (PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, MA dan Perguruan Tinggi), fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman, mawasdiri, input dan  pengalaman nilai-nilai antikorupsi.

Bagaimana cara praktis mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat….??? antara lain dengan   menyanyikan dan mengimplementasikan lagu dan lirik yang diciptakan Ki Narto Sabdo selaku pencipta tembang Gugur Gunung dan berbagai karya lainnya dimana didalamnya mengandung nilai-nilai luhur yang menggambarkan betapa adiluhungnya budaya Jawa.

Lirik lagu gugur gunung tersebut antara lain …. Ayo
Konco, Ngayahi karyaning projo
Kene, Kene
Gugur gunung tandang gawe
Sayuk sayuk rukun
Bebarengan ro kancane
Lila lan legowo
Kanggo mulyaning nagoro
…….

Lagu dan lirik tersebut kaitannya dengan materi ini adalah bahwa mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat dilaksanakan bersama, serentak dan gembira sambil menyanyikan sekaligus mengimplementasikan dan menggaungkan integritas ke seluruh masyarakat , dalam upaya mencegah, melawan dan membumi hanguskan korupsi untuk menjaga, mempertahankan perdamaian, mengisi kemerdekaan, persatuan, persaudaraan, jangan ada dusta diantara kita.  Mari kita saling bersikap santun, empati, saling menghormati, saling toleran, saling mawasdiri, saling menyayangi dan saling membantu untuk kepentingan bangsa dan negara.  Mari kita wujudkan kepemimpinan menurut Ki Hajar Dewantoro yaitu ING NGARSO SUNG TULADO, ING MADYA MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI.

Dengan Undang-undang nomor 30 Tahun 2002, dibentuk Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang untuk selanjutnya disebut  Komisi Pemberantasan Korupsi atau disingkat KPK. KPK adalah lembaga Negara yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun. Lembaga ini menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita merasa semakin lega dan nyaman serta tentram, sehingga hati kita berbisik…..mulai saat ini ayo kita mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat.

Korupsi itu merupakan pengingkaran terhadap nilai-nilai Pancasila khususnya sila ke-2 Kemanusian yang adil dan beradab karena korupsi itu menyalah gunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri, yang menciptakan kemiskinan, penderitaan  bagi masyarakat Indonesia. Hal ini adalah penghinaan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.

Perllu diketahui bahwa semua ajaran agama apapun tegas menyatakan bahwa perbuatan korupsi itu dilarang keras Dan semua agama mendidik umatnya untuk tidak melakukan korupsi. Karena korupsi itu telah merenggut hak-hak dasar masyarakat untuk memperoleh penghidupan yang layak yang sangat bertentangan dengan tujuan Nasional Bangsa Indonesia.

Agama berperan penting dalam pembentukan perilaku integritas atau anti korupsi karena dalam integritas terkandung nilai-nilai moral bangsa  yang sangat tinggi nilainya yang diajarkan kepada umatnya masing-masing. Nilai moral yang diajarkan agama dapat membantu umatnya untuk membentuk rasa kejujuran atau integritas serta tanggung jawab yang besar, sehingga dapat mencegah untuk melawan korupsi.

Agama juga mempunyai tugas dalam memberikan tuntunan yang jelas tentang penting nya menjaga keseimbangan dan tidak berat sebelah dalam kehidupan masyarakat. Disamping itu agama juga sebagai pengingat akan dampak buruk dan adanya pembalasan kepada orang yang melakukan korupsi. Selain itu agama juga dapat memperkuat tanggung jawab moral dan spiritual untuk mencegah dan melawan korupsi.

Kesimpulan

Apabila kita dapat mendarah dagingkan integritas di seluruh lapisan masyarakat dengan benar, berimtaq kepada Tuhan Yang Maha Esa, ikhlas, bijak dan bukan hanya slogan semata, berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945, Insya Allah Indonesia akan BEBAS dan MERDEKA DARI KORUPSI. Aaaamiiin.

 

REFERENSI

  • UUD NRI 1945
  • UU NOMOR 31 TAHUN 1999
  • MATERI KPK
  • go.id
  • kpk,co.id
  • MASYARAKAT
  • Internet
RELATED POSTS
FOLLOW US